Benarkah Gen Z Dikenal Sebagai Generasi Strawberry?

Hallo Sobat Puspa, Tahukah Kalian Siapa Generasi Z Itu?

Generasi Z adalah mereka yang lahir tahun 1997 – 2012, dimana masa ini penuh dengan berbagai kemudahan teknologi yang serba instan, praktis, dan cepat. Sehingga membuat gen Z dikenal sebagai generasi yang sangat kreatif dan penuh inovasi, akan tetapi mudah goyah dan menyerah dalam menghadapi suatu tantangan. Oleh karenanya, muncul istilah Generasi Strawberry. Istilah tersebut dipandang cocok dengan Gen Z, karena memiliki kesamaan dengan buah strawberry yang identik dengan keindahan, bentuknya unik, namun disisi lain mudah rusak dan rapuh.


Stigma Negatif Generasi Strawberry

Generasi strawberry ini mendapatkan beberapa stigma yang negatif diantaranya generasi yang arogan, egois, manja, rasa malu yang rendah, tata krama yang rendah, tidak patuh serta lemah mental. Pandangan tersebut muncul tidak lain karena peran orang tua yang selalu memberikan kenyamanan dan protektif, sehingga kebanyakan dari generasi strawberry ini mudah menyerah, tidak tahan terhadap tekanan dan sakit hati meskipun memiliki banyak ide kreatif dan penuh inovasi. Adapun ciri-ciri dari generasi strawberry, antara lain mudah putus asa, terpaku pada zona nyaman, ragu-ragu,  dan memiliki keinginan sukses dengan cara instan akan tetapi memiliki rasa malas yang tinggi.


Tahukah kalian penyebab lahirnya Generasi Strawberry?

  1. Pola asuh orang tua yang cenderung memanjakan anak, hal ini biasa terjadi di lingkungan keluarga kelas ekonomi menengah. Misalnya, membantu anak dalam segala hal merupakan pola asuh yang akan membuat anak menjadi pribadi yang terlalu bergantung pada orang tua dan sulit memecahkan masalah dalam kehidupan. 

  2. Mengganti waktu dengan uang. Biasanya orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak memiliki waktu banyak berkumpul dengan anak-anak, mereka lebih memilih untuk memberi uang supaya digunakan untuk membeli yang diinginkannya.

  3. Tidak pernah memberi hukuman terhadap anak yang berbuat kesalahan yang sama sampai ketiga kali. Di saat anak berbuat salah pertama kali tentu peran orang tua adalah mengajari mereka apa yang benar dan apa yang salah. Untuk kesalahan yang kedua kali, orang tua bisa memberi peringatan kepada anak dan yang ketiga kali dapat diberi hukuman. Tujuannya yaitu membentuk pribadi anak agar mereka memiliki rasa tanggungjawab atas perbuatan mereka sendiri.

  4. Stereotipe orang tua yang kurang berhati-hati. Misalnya, orang tua cenderung melabeling anak dengan narasi-narasi negatif secara langsung sehingga membentuk kepribadian anak yang kemudian terbawa hingga dewasa.

  5. Self-diagnosis tanpa keterlibatan ahli di bidang terkait. Hal ini sering terjadi pada generasi muda saat ini, yang sering menggunakan sosial media. Informasi apapun masuk, tanpa difilter sehingga mudah membuat kesimpulan sendiri tanpa melibatkan ahli di bidang terkait.

  6. Banyaknya generasi muda yang cenderung bermental instant serta cenderung memilih lari dari kesulitan yang sedang dihadapinya. Generasi muda yang tidak pandai menggunakan kemudahan teknologi saat ini, akan mudah sekali merasa malas tetapi ingin cepat sukses tanpa usaha. Di samping itu, banyaknya tekanan terkadang membuat generasi muda memilih menghidari kesulitan yang dihadapinya dan lebih memilih zona nyaman. Padahal ada banyak hal yang dapat dipelajari dari setiap kesulitan dan tantangan yang dihadapinya.



Solusi Alternatif yang Perlu Dilakukan Generasi Muda Saat Ini

  1. Generasi muda perlu selalu memperbaruhi dan menambah literasinya. Generasi muda harus mendapatkan informasi yang cukup atau lebih luas. Hal ini akan sangat berguna untuk dirinya sebagai generasi Z dalam mengambil keputusan dan menghadapi tantangan di lingkungan.

  2. Hindari melakukan self-diagnosed atau self-judgement dan selalu berhati-hati terhadap perangkap sosial media. Artinya generasi muda harus pandai memfilter informasi dan media sosial yang baik untuk dirinya serta jangan mudah untuk menceritakan hal pribadi ke media sosial karena hal ini dipandang kurang menjaga privasi dan kurang bijak dalam menggunakan media sosial. Contohnya bisa dilihat langsung dari konten media sosial yang akhir-akhir ini dipenuhi dengan konten healing. Sejatinya self-healing itu memulihkan diri dari sesuatu yang mengganggu emosi atau membuat tidak nyaman. Namun yang terjadi saat ini, healing menjadi istilah seolah-olah hanya pergi berlibur dan sekedar jalan-jalan. Meskipun benar bahwa kesehatan mental itu penting, tetapi jangan sampai keterusan healing atau menjadi depresi bohongan. Apabila setelah melakukan self-healing namun masih tidak produktif, malas makan, malas bertemu orang, lebih baik segera menghubungi layanan profesional agar tidak salah dalam mendiagnosis diri.

  3. Berani memulai langkah dan jangan takut gagal. Karena setiap kegagalan yang terjadi justru akan membantu proses dalam belajar dan menjadikan diri semakin unggul. Perasaan takut hanya akan membatasi diri untuk berkembang, sehingga penting untuk memiliki sikap gigih, disiplin dan mau belajar.

  4. Teguhkan diri dan fokus apa yang ingin dicapai. Berhadapan dengan lingkungan yang terus berubah memang terkadang membuat galau dan bimbang. Oleh karenanya, penting sekali memiliki tekad kuat dan jangan mudah tergoyahkan, berhenti membandingkan diri dengan orang lain, dan mulai lakukan yang terbaik untuk menuju kesuksesan.

  5. Perlu diingat bahwa sukses itu tidak ada yang instan. Belajar bersabar adalah salah satu hal yang dapat dilakukan, jika mulai burn out sebaiknya ambil waktu untuk istirahat dan kembali lagi dengan semangat baru. Nikmati saja setiap prosesnya, jangan malas dan pantang menyerah. 


Referensi: 

https://ultimagz.com/lifestyle/mengenal-generasi-stroberi/#:~:text=Generasi%20Z%20dipandang%20sebagai%20generasi,mendapatkan%20julukan%20'strawberry%20generation'.

https://akeyodia.com/strawberry-generation-kreatif/

https://www.idxchannel.com/milenomic/lima-fakta-menarik-generasi-strawberry-kreatif-tapi-mudah-rapuh/all

https://www.youngontop.com/ciri-dan-penyebab-lahirnya-strawberry-generation-apakah-anda-termasuk-generasi-ini/

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-pekalongan/baca-artikel/14811/Generasi-Strawberry-Generasi-Kreatif-Nan-Rapuh-dan-Peran-Mereka-Di-Dunia-Kerja-Saat-Ini.html

https://www.simulasikredit.com/apa-itu-strawberry-generation-ejekan-buat-kamu-yang-sedikit-manja/ 


Penulis: Tri Esta Mahmudah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Self Development

Mental Ilness