Mengakhiri kelaparan di kalangan masyarakat Indonesia.

Mengakhiri kelaparan di kalangan masyarakat Indonesia

Angka kekurangan gizi masyarakat Indonesia masih tinggi. Bagaimana kita harus bersikap? Apalagi ini sering terjadi pada anak-anak.

Kekurangan gizi adalah suatu kondisi ketidak seimbangan nutrisi. Saat asupan nutrein dan energi lebih sedikit di bandingkan kebutuhan tubuh, maka terjadilah kekurangan gizi.


Dikutip dari situs m.merdeka.com, Indonesia angka underwight (kekurangan gizi) menurut data 2019 hanya 16,3. Pada tahun 2021 naik menjadi 17. Walaupun angka underwight di Indonesia pada tahun 2021 lebih rendah dari tahun 2018 yang mencapai 17,7.

Apabila seseorang mengalami kekurangan gizi maka dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Lantas apa saja dampak kekurangan gizi bagi tubuh?

  1. Penyakit Beri-beri

  2. Penyakit Anemia

  3. Penyakit Kwashiorkon

  4. Penyakit Maramus

  5. Penyakit Scurvy

  6. Penyakit Osteoporosis.

Dan dampak kekurangan gizi yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari yaitu

  1. Adanya penurunan berat badan

  2. Sulitnya untuk berkonsentrasi

  3. Kulit menjadi lebih pucat

  4. Mudah mengalami lelah 

  5. Rambut kering dan rontok.


Cara mengatasi kurang gizi pada orang dewasa bisa perubahan pola makan. Ini adalah solusi paling utama yang di berikan ahli gizi. Dapat juga berupa penyertaan makanan bergizi yang sudah di perhitungkan dan bisa pula dengan menyertakan suplemen tertentu. Tambahan untuk mengatasi kekurangan gizi khusus bayi umur di bawah 6 bulan  pemberian ASI eksklusif di bandingkan dengan memberikan susu formula campur ASI. 


Referensi : 

https://pkusukoharjo.com  https://www.k24klik.com 

Https://m.merdeka.com     https://helosehat.com 


Penulis : Malinda Aulaaita

Komentar

Alfatih X mengatakan…
Sangat bermanfaat kak... Terima kasoh ilmunya

Postingan populer dari blog ini

Self Development

Benarkah Gen Z Dikenal Sebagai Generasi Strawberry?

Mental Ilness