Mental Ilness

Mental illness atau yang disebut juga gangguan kesehatan mental adalah istilah yang mengacu pada berbagai kondisi yang memengaruhi pikiran, perasaan, suasana hati, atau perilaku seseorang. Kondisi ini bisa terjadi sesekali atau berlangsung dalam waktu yang lama. 

WHO melaporkan bahwa 450 juta orang di seluruh dunia memiliki gangguan kesehatan mental, dengan prevalensi 20% kejadian terjadi pada anak-anak (O’Reilly, 

2015).


Jenis-Jenis Mental Illness

1. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan adalah salah satu jenis mental illness yang umum terjadi. Gangguan ini bisa membuat penderitanya merasa takut, cemas berlebihan, atau terancam saat berhadapan dengan objek atau situasi tertentu.

2. Depresi

Depresi juga merupakan jenis mental illness yang sering terjadi. Depresi diklasifikasikan sebagai gangguan mood yang dapat menyebabkan gejala, seperti perasaan sedih yang berlarut-larut, putus asa, bahkan keinginan bunuh diri. Gejala-gejala tersebut bisa dianggap depresi jika menetap selama lebih dari 2 minggu.


3. ADHD

Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) adalah jenis mental illness yang paling banyak terjadi pada anak-anak dan bisa berlanjut hingga mereka dewasa. Orang dengan ADHD biasanya cenderung hiperaktif dan memiliki kesulitan dalam mempertahankan fokus pada suatu hal.


4. Gangguan makan

Gangguan makan adalah jenis mental illness yang berhubungan dengan konsumsi makanan. Penderitanya bisa mengonsumsi terlalu sedikit atau justru terlalu banyak makanan. Umumnya gangguan ini berkaitan dengan kecemasan penderitanya terkait berat badan dan bentuk tubuh yang dimilikinya.

5. Gangguan stres pascatrauma

Ini adalah gangguan yang terjadi setelah seseorang mengalami peristiwa traumatis, seperti pelecehan, perang, bencana alam, atau kecelakan yang serius.


Gangguan stres pascatrauma bisa membuat penderitanya terus merasa takut dan stres karena terbayang-bayang suatu peristiwa traumatis, bahkan jauh setelah peristiwa tersebut berakhir.


6. Skizofrenia

Skizofrenia adalah jenis mental illness yang terjadi saat penderitanya tidak mampu membedakan kenyataan dan pikirannya sendiri. Gangguan ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami pemikiran yang tidak realistis, halusinasi, dan perubahan perilaku.

Gejala Mental Illness

  • Perasaan sedih berkepanjangan

  • Kesulitan untuk berpikir atau berkurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi

  • Ketakutan, kekhawatiran, atau rasa bersalah yang berlebihan

  • Perubahan suasana hati yang ekstrem

  • Penarikan diri dari lingkungan sosial

  • Lelah yang berkepanjangan

  • Perubahan pola tidur

  • Ketidakmampuan dalam mengatasi masalah sehari-hari

  • Kesulitan memahami situasi atau orang lain

  • Perubahan besar dalam kebiasaan makan

  • Kecanduan alkohol atau obat-obatan terlarang

  • Ada pikiran atau bahkan tindakan untuk bunuh diri


Pencegahan Gangguan Mental                                   

Tidak semua gangguan mental dapat dicegah. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko serangan gangguan mental, yaitu:

  • Berpartisipasi aktif dalam pergaulan dan aktivitas yang disenangi

  • Berbagi dengan teman dan keluarga saat menghadapi masalah

  • Berolahraga rutin, makan teratur, dan mengelola stres dengan baik

  • Menetapkan jadwal tidur dan bangun tidur yang teratur setiap harinya

  • Mengikuti latihan untuk menenangkan pikiran atau relaksasi, misalnya dengan meditasi dan yoga

  • Tidak merokok dan tidak menggunakan NAPZA

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol dan minuman berkafein

  • Mengonsumsi obat yang diresepkan dokter sesuai dosis dan aturan pakai

  • Memeriksakan diri ke dokter atau psikolog untuk menjalani skrining awal kesehatan mental, atau bila muncul gejala gangguan mental


Penulis: Anastasya Eka Putri

Komentar

Pustaka Project mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Postingan populer dari blog ini

Self Development

Benarkah Gen Z Dikenal Sebagai Generasi Strawberry?