Vandalisme Merusak Jiwa Remaja Muda Masa Kini

Apa yang kalian tau tentang vandalisme? Merusak fasilitas umum? Menggangu kenyaman dan keindahan? Itu salah satu bentuk yang terjadi jika kita tidak mencegahnya ataupun  malah melakukannya.

Pengertian Vandalisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan sebagainya)” atau “perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas”. 

Terdapat bentuk-bentuk vandalisme yang dijelaskan oleh Lase (2003) sebagai berikut.

1. mencoret-coret (grafiti): Aksi mencoret-coret-coret (grafiti) tampak pada tembok pinggir jalan, tembok sekolah, jembatan.

2. Aksi memotong (cutting): Contohnya memotong pohon, tanaman, bunga.

3. Aksi memetik (plucking): Memetik bunga dan memetik buah milik orang lain tanpa meminta izin dari pemiliknya.

4. Aksi mengambil (taking): Aksi mengambil barang milik orang lain, mengambil tanaman, dan sebagainya.

5. Aksi merusak (destroying): Aksi merusak penataan lingkungan yang sudah tersusun rapi dari orang lain. Misalnya mencongkel pintu rumah orang lain, memindahkan tanaman milik orang lain, membuang sampah di sembarang tempat.


Dan fakta paling mengejutkan sebagian besar yang melakukan vandalisme ini adalah remaja yang masih bersekolah. Yang mana di fase ini mereka ingin menemukan jati diri mereka. Hal ini akan sangat berakibat fatal baik bagi dirinya maupun orang di sekitarnya. 

 

Lasa (2003) menjelaskan dua faktor penyebab vandalisme, yaitu faktor lingkungan keluarga dan sekolah.

Faktor lingkungan keluarga :

  1. Ketidak harmonisan dalam keluarga mengakibatkan remaja mengekspresikan perasaannya melalui tindakan vandalisme.

  2. Tempat tinggal berjauhan dari sekolah, sehingga sang remaja harus berpisah dengan orang tua .

  3. Pola asuh keluarga yang terlalu ketat atau terlalu longgar dll.

Faktor lingkungan sekolah :

  1. Ekspresi kejengkelan karena sering dipanggil guru, yang umumnya berkaitan dengan tingkah laku negatif.

  2. Banyaknya remaja memiliki peluang untuk bebas setelah pulang sekolah.

  3. Berpindah-pindah sekolah dengan berbagai alasan dll.

Ada beberapa dampak utama akibat vandalisme pada remaja.

  1. Bagi lingkungan

Dampak nyata vandalisme adalah menimbulkan kerusakan pada sebagian besar fasilitas umum. Corat-coret di jalan, kerusakan fasilitas umum, dan sampah yang berserakan menjadi pemandangan yang tidak sedap di pandang mata. 

  1. Bagi remaja 

Tidak hanya merugikan lingkungan, vandalisme juga berdampak negatif bagi pertumbuhan fisik, serta perkembangan intelektual, mental, dan sosial remaja. 

Nah, maka dari itu kita harus dapat menghindari perilaku vandalisme yang dapat merusak citra remaja saat ini. Dengan melakukan 4 hal seperti melalui pendekatan keluarga, kegiatan positif, konseling dan terapi serta sanksi yang tegas. 

Ayo teman-teman, mari kita bantu hilangkan perilaku vandalisme yang sudah mengakar ini pada jiwa remaja muda saat ini. Tetap semangat dan tunjukkan yang terbaik bahwa kalian bisa!


Referensi :

https://id.m.wikipedia.org

https://katadata.co.id

https://today.line.me

https://www.sehatq.com


Penulis : Malinda Aulaaita



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Self Development

Benarkah Gen Z Dikenal Sebagai Generasi Strawberry?

Mental Ilness